10 Contoh Idgham Bighunnah: Kemurnian Bacaan Surah Al-Quran

Penjelasan Pendahuluan

Salam Sobat Gonel, Selamat datang di blog kami yang kali ini akan membahas mengenai idgham bighunnah. Bagi kalian yang sedang mempelajari Al-Quran, pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah ini. Idgham bighunnah adalah salah satu dari enam huruf halqi yang sering muncul dalam bacaan surah Al-Quran yang memerlukan pemahaman yang baik dalam pengucapannya. Oleh karena itu, artikel ini akan memberikan informasi mengenai 10 contoh idgham bighunnah beserta penjelasannya secara detail.

Di bagian awal artikel ini, kami akan membahas mengenai pengertian idgham bighunnah, apa saja kelebihan dan kekurangannya, serta bagaimana menerapkannya dengan benar agar bacaan surah Al-Quran semakin murni dan terperinci. Berikut penjelasannya:

Pengertian Idgham Bighunnah

Idgham bighunnah adalah salah satu tajwid yang berarti menyambung atau menyatukan dua huruf yang sejenis (maksudnya, kedua huruf tersebut memiliki suara yang sama). Adapun huruf yang dimaksud adalah mim (م) dan nun (ن). Dalam bacaan Al-Quran, idgham bighunnah dilambangkan dengan tanda wau kecil (و) atau nun mati (tanwin) (ًٌٍ).

Kelebihan dan Kekurangan Idgham Bighunnah

Sebelum membahas contoh-contoh idgham bighunnah, kita perlu memahami kelebihan dan kekurangannya terlebih dahulu. Kelebihan dari idgham bighunnah adalah dapat memperjelas bacaan Al-Quran sehingga terdengar lebih lengkap dan jelas. Dalam beberapa kasus, penggunaan idgham bighunnah juga dapat memudahkan pembaca dalam membaca dan memahami arti bacaan. Namun, kekurangan idgham bighunnah adalah jika tidak dilakukan dengan benar, bisa menimbulkan kesalahan dalam bacaan Al-Quran, sehingga mempengaruhi makna dari ayat tersebut.

Cara Menerapkan Idgham Bighunnah dengan Benar

Terdapat beberapa aturan dalam menerapkan idgham bighunnah agar bacaan Al-Quran semakin terperinci dan benar. Pertama, bacaan harus diawali dengan harakat fat-hah (kata yang diucapkan dalam nada tinggi). Kedua, pada saat mengucapkan huruf mim atau nun yang terletak di tengah-tengah kalimat, harus disambungkan dengan huruf berikutnya yang memiliki suara yang sama (mim disambungkan dengan mim, dan nun disambungkan dengan nun). Ketiga, jika huruf mim atau nun terletak pada akhir kalimat, sebaiknya disuarakan secara jelas tanpa disambungkan dengan huruf berikutnya.

Contoh Idgham Bighunnah

Berikut adalah 10 contoh idgham bighunnah beserta penjelasannya:

No
Surah
Verse
Bacaan
1
At-Taubah
9
‘ila l-baliyi ghayra ‘musharrafatin wa-l-basarati khayrun lahum
2
Al-Hajj
73
wa ‘inna mina n-nasi man yaqulu rabbana ‘atina fi d-dunya wa-lah fil-akhirati min khalaq
3
Al-Fath
14
yuqatiluna f-sabilillahi fa-yaktu-luna wa-yutawaffauna rabbahum
4
Al-Mujadilah
4
wa alladhina yutawaffauna min kum wa yazaruuna azwajan yatarabbasna bi-anfusihinna ‘arba’ata ashhurin wa ‘ashharan
5
Al-Hadid
4
huwa alladhi khalaqa s-samawati wa-l-arda fi sittati ayamin
6
An-Nur
35
allahu nur us-samawati wa-l-ardh mataluhu kamishkatin fiha misbah
7
Al-Kahf
85
wama kana rabbuka nasiyan walakin nasiya
8
Al-Muddaththir
1
ya ayyuha-l-muddaththiru qumi fa-ndhira
9
Asy-Syu’ara’
69
fa-alqa asaahu fa-idha hiya thuyyibatun tas’ufu minhu
10
Al-Infitar
10
wa idha-l-maw’udatu su’ilat bi-ayyithan bin-qutilat

Frequently Asked Questions (FAQ)

FAQ 1: Apa itu idgham bighunnah?

Idgham bighunnah adalah salah satu tajwid yang berarti menyambung atau menyatukan dua huruf yang sejenis (maksudnya, kedua huruf tersebut memiliki suara yang sama). Adapun huruf yang dimaksud adalah mim (م) dan nun (ن).

FAQ 2: Apa saja kelebihan dan kekurangan idgham bighunnah?

Kelebihan idgham bighunnah adalah dapat memperjelas bacaan Al-Quran sehingga terdengar lebih lengkap dan jelas. Namun, kekurangan idgham bighunnah adalah jika tidak dilakukan dengan benar, bisa menimbulkan kesalahan dalam bacaan Al-Quran.

FAQ 3: Bagaimana cara menerapkan idgham bighunnah dengan benar?

Terdapat beberapa aturan dalam menerapkan idgham bighunnah agar bacaan Al-Quran semakin terperinci dan benar. Pertama, bacaan harus diawali dengan harakat fat-hah (kata yang diucapkan dalam nada tinggi). Kedua, pada saat mengucapkan huruf mim atau nun yang terletak di tengah-tengah kalimat, harus disambungkan dengan huruf berikutnya yang memiliki suara yang sama (mim disambungkan dengan mim, dan nun disambungkan dengan nun). Ketiga, jika huruf mim atau nun terletak pada akhir kalimat, sebaiknya disuarakan secara jelas tanpa disambungkan dengan huruf berikutnya.

FAQ 4: Bagaimana cara membaca idgham bighunnah?

Idgham bighunnah dilambangkan dengan tanda wau kecil (و) atau nun mati (tanwin) (ًٌٍ). Cara membacanya adalah dengan menyambungkan dua huruf yang sejenis (mim disambungkan dengan mim, dan nun disambungkan dengan nun).

FAQ 5: Apa saja jenis-jenis idgham bighunnah?

Terdapat dua jenis idgham bighunnah, yaitu idgham bighunnah mutamathilin dan idgham bighunnah mukhaffafatin.

FAQ 6: Apa itu idgham bighunnah mutamathilin?

Idgham bighunnah mutamathilin adalah penyambungan dua huruf yang sama dengan menggunakan harakat idgham yang panjang (yaitu dengan menambahkan suara nun atau mim).

FAQ 7: Apa itu idgham bighunnah mukhaffafatin?

Idgham bighunnah mukhaffafatin adalah penyambungan dua huruf yang sama dengan menggunakan harakat idgham yang pendek (yaitu dengan menghilangkan suara nun atau mim).

FAQ 8: Apa perbedaan antara idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah?

Perbedaan antara idgham bighunnah dan idgham bilaghunnah terletak pada huruf yang disambungkan. Pada idgham bilaghunnah, huruf yang disambungkan adalah huruf mim atau nun dengan huruf yang berbeda suara, sedangkan pada idgham bighunnah huruf yang disambungkan adalah huruf mim atau nun yang suaranya sama.

FAQ 9: Apa saja tanda-tanda idgham bighunnah?

Tanda-tanda idgham bighunnah adalah tanda wau kecil (و) atau nun mati (tanwin) (ًٌٍ).

FAQ 10: Apa saja surah yang sering menggunakan idgham bighunnah?

Beberapa surah yang sering menggunakan idgham bighunnah adalah Al-Fath, At-Taubah, Al-Mujadalah, Al-Hadid, An-Nur, dan Al-Infitar.

FAQ 11: Apa itu tajwid?

Tajwid adalah ilmu yang mempelajari cara membaca Al-Quran dengan baik dan benar. Tujuan utama dari tajwid adalah untuk menjaga kemurnian bacaan Al-Quran dan memudahkan pembaca dalam memahami makna dari bacaan tersebut.

FAQ 12: Apa saja jenis-jenis tajwid?

Terdapat enam jenis tajwid, yaitu idgham bighunnah, idgham bilaghunnah, iqlab, ikhfa’, qalqalah, dan mad.

FAQ 13: Apa pentingnya mempelajari tajwid?

Pelajaran tajwid sangat penting bagi setiap muslim yang ingin mempelajari dan memahami Al-Quran secara maksimal. Mempelajari tajwid akan membantu kita dalam membaca Al-Quran dengan kemurnian dan kejelasan sehingga makna dari bacaan tersebut dapat dipahami dengan baik.

Kesimpulan

Idgham bighunnah adalah salah satu tajwid yang digunakan dalam membaca Al-Quran. Meskipun memiliki kekurangan jika tidak dilakukan dengan benar, namun penggunaan idgham bighunnah dapat meningkatkan kemurnian bacaan Al-Quran dan memudahkan pembaca dalam memahami makna dari bacaan tersebut. Dalam menerapkannya, kita perlu memperhatikan aturan-aturan yang berlaku agar bacaan Al-Quran semakin terperinci dan benar.

10 contoh idgham bighunnah yang telah disebutkan di atas dapat membantu kita dalam memahami dan menguasai tajwid ini dengan baik. Dalam pembacaan Al-Quran, selalu ingatlah untuk membaca dengan penuh kesadaran dan kekhusyukan agar makna dari bacaan tersebut dapat tersampaikan dengan baik.

Kata Penutup

Demikian penjelasan mengenai 10 contoh idgham bighunnah. Semoga artikel ini dapat bermanfaat bagi kalian yang sedang mempelajari Al-Quran dan tajwid. Kami akan senang mendengar pendapat dan saran dari kalian, jadi jangan ragu untuk meninggalkan komentar di bawah. Terima kasih dan sampai jumpa di artikel kami selanjutnya.

Tukang Share Informasi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *